Ketimpangan Gender, Peran Buruh, Negara, dan Kapital:
Sebuah Pengantar Memahami Drama  Marsinah Nyanyian dari Bawah Tanah

Oleh Tubiyono

 

 

Abstrak
Dalam makalah ini diuraikan pendekatan ekstrinsik untuk membahas Marsinah Nyanyian dari Bawah Tanah. Pendekatan ekstrinsik, utamanya tentang tidak adanya kesetaraan gender sebagai akibat dominannya budaya patriarkhi. Ketimpangan gender semakin tampak ketika dikaitkan dengan kehidupan buruh dan dikorelasikan dengan kapital dan negara. Masalah-masalah (ekstrinsik) tersebut sangat berpengaruh terhadap lahirnya sebuah karya sastra. Oleh karena itu, setelah membaca makalah ini, pembaca diharapkan dapat memahami dengan baik karya yang dimaksud.

 

Pendahuluan
Sebuah karya sastra dapat dikaji melalui pendekatan ekstrinsik atau pun pendekatan intrinsik (Wellek, 1989:7 - 155). Pendekatan ekstrinsil lebih memfokuskan unsur eksternal, misalnya masalah sosial, ekonomi, politik, dan budaya yang dapat membentuk atau mewarnai sebuah karya sastra. Sebaliknya pendekatan intrinsik adalah pendekatan yang memfokuskan unsur-unsur internal karya itu sendiri misalnya penokohan, plot, bahasa, dan sebagainya. Dalam tulisan ini akan dibahas masalah-masalah yang dapat dikategorikan pendekatan ekstrinsik sebagai bekal untuk memahami naskah drama Marsinah Nyanyian dari Bawah Tanah khususnya dari perspektif gender, peran buruh, dan negara.

Selamat Datang About Tubiono

Situs  ini dibuat secara khusus untuk Anda, sebagai tempat untuk menemukan acuan dalam mencapai keberhasilan karir, bisnis dan kehidupan.
Anda, selalu menggunakan cara terbaik untuk tumbuh, untuk menjadi lebih besar dari diri Anda sekarang, untuk hidup dalam kesesuaian yang harmonis dengan alam, dan menjadi pencemerlang bagi kehidupan sesama.

Bergabung || Club Bahasa Indonesia